PEMETAAN KEMAMPUAN PEMBUKTIAN MATEMATIS SEBAGAI PRASYARAT MATA KULIAH ANALISIS REAL MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA

Main Article Content

Krisna Satrio Perbowo
Trisna Roy Pradipta

Abstract

Masalah tentang kemampuan pembuktian matematis telah banyak dikaji oleh para ahli pendidikan matematika baik di dalam maupun di luar negeri. Studi pendahuluan ini untuk memetakan kemampuan pembuktian matematis mahasiswa yang sangat berperan penting dalam mempelajari mata kuliah Analisis Riil dan menganalisis learning obstacle yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang lebih menekankan pada kajian interpretative namun dalam hal tertentu akan disajikan secara deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini diperoleh melalui tes diagnostik terkait pembuktian matematik bentuk langsung, contrapositive, tidak langsung/ kontradiksi, dan counterexample. Subjek penelitian ini merupakan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Analisis Riil yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kebanyakan mahasiswa tidak ingat tentang bentuk-bentuk pembuktian; (2) mahasiswa tidak mampu membuat pembuktian matematika bentuk kontrapositif dan kontradiksi; dan (3) dominan mahasiswa tidak mampu mengaplikasikan pembuktian bentuk counterexample. Salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan pembuktian matematis mahasiswa tersebut menurut hasil wawancara dengan mahasiswa, bahwa mereka lupa dan belum terbiasa dalam membuat pembuktian matematika dan belum banyak memahami tentang pembuktian matematika.

Article Details

Section
Artikel
Author Biography

Krisna Satrio Perbowo, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Dosen Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

References

Bartle, R.G. & Sherbert, D.R. (2011). Introduction to Real Analysis – 4th Edition. Illinois: John Wiley & Sons.

Bartle. R.G. (1975). The Elements of Real Analysis. Second Edition. New York: John Wiley & Sons.

Brown, S.A. (2008). Exploring Epistemological Obstacle To The Development of Mathematics Induction. Proceeding of The 11th Conference For Research on Undergraduate Mathematics Education. San Diego.

Darmadi. (2011). Prosiding dari Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika: Matematika dan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY.

Irawan, P. (2007). Penelitian Kualitatif & Kuantitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Depok: DIA FISIP UI.

Kurtz, D.C. (1992). Foundations of Abstract Mathematics. Singapore: McGraw-Hill.

Moleong, L.J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda.

Mutaqin, A. (2010). Mengapa Harus Belajar Analisis Real. Diperoleh dari https://anwarmutaqin.wordpress.com/2010/03/05/mengapa-harus-belajar-analisis-real/ (2016, 25 April).

Santosa, C.A.H.F. (2013). Mengatasi Kesulitan Mahasiswa Ketika Melakukan Pembuktian Matematis Formal. Jurnal Pengajaran MIPA, 18(2), 152-160.

Selden, A & Selden, J. (2003). Validations of Proofs Considered as Texts: Can Graduates Tell Whether an Argument Proves a Theorem?. Journal for Research in Mathematics Education, 34(1), 4-36.

Supriatna, T. (2011). Pengembangan Desain Didaktis Bahan Ajar Pemecahan Masalah Matematis Luas Daerah Segitiga Pada Sekolah Menengah Pertama. Tesis SPs. UPI. Bandung: Tidak Diterbitkan.

Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.