PERBANDINGAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA ANTARA DISCOVERY LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING

Yunita Herdiana

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan model discovery learning dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan model problem based learning. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis anatara siswa yang mendapatkan model discovery learning dengan model problem based learning. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di salah satu sekolah menengah pertama di kabupaten Bandung Barat. Sampelnya terdiri dari dua kelas VII, dimana satu kelas sebagai eksperimen 1 dan kelas lainnya sebagai kelas eksperimen 2 yang masing-masing berjumlah 35 orang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain Two Group Post Test Only. Instrumen yang digunakan adalah soal postes tentang pemecahan masalah matematis. Berdasarkan temuan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mendapatkan model discovery learning dengan model problem based learning. Walaupun demikian, kualifikasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model discovery learning maupun siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model problem based learning, keduanya termasuk kategori sedang.

Kata Kunci


Discovery Learning, Pemecahan Masalah Matematis, Problem Based Learning

Referensi


Daeka, dkk. (2014). Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Think Pair Share (TPS) ditinjau dari Kreatifitas Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri di Kabupaten Pacitan. [Online]. Diakses dari http://jurnal.fkip.uns.ac.id

Depdiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang StandarIsi. Jakarta: Depdiknas.

Hasibuan, E. (2014). Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Mengurangi Kecemasan Matematis Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran ARIAS. (Tesis). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Marsigit. (2013). Berbagai Metode Pembelajaran yang Cocok untuk Kurikulum 2013. [Online]. Diakses dari http://uny.academia.edu/MarsigitHrd.

Rofingatun, S. (2006). Penerapan Metode Penemuan dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP. (Skripsi). FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Ruseffendi, E.T. (2003). Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Supriadi, K. (2000). Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Metode Penemuan. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal KALAMATIKA terindeks Google Scholar, ISJD, DOAJ, ResearchBib, DRJI, ESJIndex, SIS, dan Cosmos Impact Factor. E-ISSN: 2527-5607 | P-ISSN: 2527-5615. Untuk info atau pertanyaan mengenai website atau jurnal secara umum, silahkan email ke kalamatika@uhamka.ac.id Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.